Makna Ramadhan Bagi Umat Islam (Ustadz Sumitra nur jaya)

TIBA SAATNYA MENYAMBUT RAMADHAN
Penulis : al-Faqir Sumitra Nurjaya S.Pdi


          Ketika seseorang melaksanakan sebuah kegiatan, atau mengunjungi sebuah tempat, atau berkumpul dengan orang lain, di mana pada saat itu ia merasa tidak akan mengalaminya lagi untuk kali berikutnya, maka perasaan semacam itu pasti akan menumbuhkan sebuah semangat baru dalam jiwanya bahwa ia harus optimal untuk memanfaatkan kesempatan yang kemungkinan besar tidak akan terulang lagi.

Related Posts:

Hukum Mencabut Rumput Kuburan Dalam Islam

Menjelang bulan suci romadhon biasanya makam ramai dikunjungi peziarah. Tradisi ini merupakan wujud bakti terhadap orang tua atau leluhur yang telah meninggal dunia dengan mendoakan mereka. Selain berdoa para peziarah tak lupa menyempatkan diri bersih - bersih dengan mencabut rerumputan liar yang tumbuh di atas pusara dan sekelilingnya.
Lantas, bagaimana hukum mencabuti rumput tersebut?
https://www.facebook.com/images/emoji.php/v8/fcc/1/16/1f4dd.png📝 Untuk rumput yg tepat berada di atas pusara (makam) jawabannya diperinci sebagai berikut ;
https://www.facebook.com/images/emoji.php/v8/f7a/1/16/31_20e3.png1 Hukumnya haram (tidak diperbolehkan) jika rerumputan yg tumbuh di atas pusara (makam) belum kering dan jumlahnya sedikit.
Karena jika dicabut dapat menghilangkan hak _Ahli Kubur_ yg berupa doa _Istighfar_ dari tumbuhan tersebut. Hal ini berdasarkan sabda Nabi saw ;

.....ثم أخذ جريدة رطبة فشقها نصفين فغرز في كل قبر واحدة قالوا ; يارسول الله لم فعلت هذا؟ قال لعله يخفف عنهما مالم ييبسا (رواه البخاري).
Artinya ; _Kemudian Nabi saw mengambil pelepah kurma yg masih basah dan beliau belah menjadi dua bagian, kemudian menanamnya dikedua kubur tersebut, masing - masing satu buah. Para sahabat bertanya "Wahai Rasulallah mengapa melakukan hal itu?", Nabi saw menjawab ; "Semoga Saja adzab mereka berdua diringankan selama kedua pelepah kurma ini belum kering"_. (H.R Bukhari).
https://www.facebook.com/images/emoji.php/v8/f99/1/16/32_20e3.png2 Hukumnya diperbolehkan jika rumput sudah kering atau pusara (makam) dipenuhi rerumputan yg lebat (Bahasa Medan; Semak), sekalipun rerumputan tersebut masih hijau. Dengan syarat tidak mencabuti seluruhnya namun mesti menyisakan rumput - rumput yg kecil.
https://www.facebook.com/images/emoji.php/v8/fb7/1/16/1f58b.png🖋 Untuk yg ada disekeliling pusara (makam) dalam arti rumput tersebut hanya berada di pinggitan pusaram tidak pas di atas pusara, hukum mencabutnya diperbolehkan, baik rumput kering maumpun yg masih basah.
*Rujukan* ;
١ . فتح المعين هامش اعانة الطالبين الجزء ٢ ص ١٣٢.
٢. تحفة المحتاج في شرح المنهاج ص ٢٩٤.
٣. نهاية الزين ١٤٧.
والله أعلم
demikian Hukum Mencabut Rumput Kuburan
*Majlis Taklim Bustanul Arifin Medan*
خادم العلم والعلماء
*Contat Admin* ;
WA/Line ; 083191600500.
BBM ; D815116D


Related Posts:

Hukum Menabur Bunga Ketika Berziarah

Sudah menjadi tradisi ditengah - tengah masyarakat, jika berziarah kubur mereka akan menabur bunga di atas kubur - kubur yg mereka ziarohi.
Menabur bunga atau wewangian di atas kubur orang yg di ziarohi ataupun orang yg baru dimakamkan adalah sunnah, karena _ittiba'_ (mengikuti) terhadap perbuatan Nabi saw. Sedangkan dasar dalil mengenai masalah ini adapah hadits Nabi saw dengan *Sanad yg Shohih*.
Rasulullah saw bersabda ;
.....ثم أخذ جريدة رطبة فشقها نصفين فغرز في كل قبر واحدة قالوا ; يارسول الله لم فعلت هذا؟ قال لعله يخفف عنهما مالم ييبسا (رواه البخاري).

Artinya ; _Kemudian Nabi saw mengambil pelepah kurma yg masih basah dan beliau belah menjadi dua bagian, kemudian menanamnya dikedua kubur tersebut, masing - masing satu buah. Para sahabat bertanya "Wahai Rasulallah mengapa melakukan hal itu?", Nabi saw menjawab ; "Semoga Saja adzab mereka berdua diringankan selama kedua pelepah kurma ini belum kering"_. (H.R Bukhari).
Maka, menabur bunga di _Qiyas_ kan dengan menancapkan pelepah kurma sebagai mana hadits di atas.
*Rujukan* ;
1. Ianatuth Tholibin

مهمة يسن وضع جريدة خضراء على القبر للاتباع ولانه يخفف عنه ببركة تسبيحها وقيس بها مااعتيد من طرح نحو الريحان الرطب . (اعانة الطالبين الجزء ٢ ص ١٣٥).
2. Tuhfatul Muhtaj
فرع يسن وضع جريدة خضراء على القبر للاتباع وسنده صحيح ولأنه يخفف عنه ببركة تسبيحها اذ هو أكمل من تسبيح اليابسة لما في تلك من نوع حياة وقيس بها ما اعتيد من طرح الريحان ونحوه (تحفة المحتاح في شرح المنهاج ).
والله اعلم
*Majlis Taklim Bustanul Arifin Medan*
خادم العلم والعلماء
*Contat Admin* ;
WA/Line ; 083191600500.
BBM ; D815116D

Related Posts: